Zuhud adalah mengosongkan hati dari kecintaan terhadap dunia. Ruang-ruang kosong hatinya tertuju pada kecintaan terhadap Allah SWT. Kebalikan zuhud adalah "hubbud dunya" atau cinta dunia yaitu menjadikan dunia sebagai orientasi dalam menjalani hidup, sangat amat kecil ruang hatinya diisi "kehadiran" Allah SWT.
Secara umum cinta dunia diwakili 3 hal yaitu harta, jabatan/tahta dan seksualitas (biologis). Jika dalam hati kita tiga hal tersebut begitu dominan, itu tanda kita masih jauh dari kategori Zahid ( orang zuhud ). Padahal seseorang yang bisa zuhud dunia Allah menjanjikan beberapa hal :
Nabi bersabda " Barangsiapa yang berzuhud dalam urusan dunia, Allah akan mengajarkan kepadanya pengetahuan tanpa harus belajar, Allah akan memberi hidayah kepadanya tanpa ia mencari petunjuk, dan Allah akan menjadikan dia mampu melihat sesuatu yang dzohir maupun batin....(HR. Abu Nuaim dr Sayidina Ali )
Dari hadis di atas terlihat bahwa seorang zahid akan mendapat ruang khusus di depan Allah. Maka tidak heran jika para sahabat dan aulia (wali) dahulu mampu menghasilkan karya fenomenal padahal belum ada fasilitas dan teknologi yang mendukung.
Imam Syafii misalnya mampu mengasilkan kitab dalam waktu yang singkat yaitu :
1- Kitab Al Umm yang dikumpulkan oleh murid beliau, Ar Robi’ bin Sulaiman.
2- Kitab Ikhtilaful Hadits.
3- Kitab Ar Risalah, awal kitab yang membahas Ushul Fiqh.Kitab-kitab tersebut sampai saat ini masih bermanfaat dan menjadi rujukan umat islam di Dunia.
Imam Malik, Seorang ulama multi talenta. Diceritakan bahwa di pagi hari Imam Malik berprofesi menjadi pengajar, sore hari sebagai Fashion Designer dan ahli teknik sipil (Civil engineering) dan malam hari menjadi seorang sufi. Kitab monumental Imam Malik adalah Al-Muwatha' yang masih menjadi rujukan bagi umat islam saat ini.
Itulah bukti bahwa zuhud menjadi jalan bagi seorang hamba untuk mendekat kepada Allah dengan jalur khusus.Semoga kita bisa meningkatkan kezuhudan kita. Aamiin
*Disarikan dari Kajian Kitab Muhktarul Hadist
Selasa, 05 April 2016
Rabu, 30 Desember 2015
Menanam Berkah di Pesantren Anak Jalanan
Assalamalikum waraohmatullahi Wabarokatuh
Kepada para donatur, berikut saya laporkan kegiatan pompanisasi tempat ibadah.
Latar Belakang
Wudhu dan mandi merupakan kebutuhan mutlak bagi masyarakat muslim dalam menjalankan ibadah, hal tersebut termaktub dalam Hadist Nabi Muhammad SAW.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ” Tidak diterima shalat salah seorang dari kalian apabila ia berhadas, hingga ia berwudhu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Allah SWT juga berfirman :
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu
dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan,
(jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali
sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi.” (QS. An Nisa’: 43)
Kenyataan di lapangan, masih banyak kita jumpai masyarakat yang tidak bisa melakukan perintah agama (mandi dan wudhu) tersebut lantaran tidak tersedianya perlengkapan penunjang seperti mesin pompa air dan perlengkapannya. Masyarakat harus antri berjam-jam untuk mendapatkan bantuan air, atau mereka perlu berjalan puluhan kilometer untuk mendapatkan air untuk bersuci, bersimpuh di depan Allah SWT.
Atas dasar tersebut, kami (kelompok kecil) melakukan inisiasi untuk membantu mereka menyediakan peralatan dan perlengkapan penunjang untuk penyediaan air bersih di Masjid, Mushola, Tempat Umum dan Pondok Pesantren.
Pesantren Ibnu Sabil
Program ini kita mulai pada bulan Desember 2015, di awal Desember 2015 kami melakukan fund rising kepada kerabat terdekat untuk membantu menyediakan perlengkapan penunjang di Pesantren Zainul Bahar yag berada di Ds. Wiringin Pasar, Kec. Wiringin, Kab. Bondowoso. Dalam perjalanannya kami mengalami hambatan komunikasi dengan pesantren setempat, sehingga kami memutuskan untuk membantu Ponpes Ibnu Sabil yang berada di Kec. Jonggol, Kab. Bogor.
Pondok Pesantren Ibnu Sabil merupakan ponpes yang secara khusus memiliki program pendidikan tahfiz dan penampungan anak jalanan. Sehingga tidak heran jika seluruh santrinya (25 santri) merupakan bekas anak jalanan yang berasal dari seluruh wilayah di Indonesia yang pada bulan ini (Desember 2015) sudah hafiz 2 juz.
| Acara Wisuda Hafidz 2 Zuz |
| Santri dari Ambon |
| Kolam Ikan |
| Kandang Ayam dan Bebek |
| Kebun Penggembalaan Kambing |
| Kandang Kambing |
Kecamatan Jonggol yang berada di Kab. Bogor merupakan salah satu daerah yang seringkali mengalami kekeringan. Meski dekat dengan sungai, namun ketersediaan air tidak bisa diandalkan ketika musim kemarau melanda. Masyarakat sekitar pondok dan santri tentunya mengandalkan air dari sumur.
Untuk memenuhi kebutuhan para santri, pihak yayasan membuat sumur galian sebanyak 5 buah dengan tujuan jika musim kemarau datang masih tersedia salah satu sumur yang bisa diandalkan. Banyaknya sumur galian yang dibuat secara otomatis membutuhkan alat penunjang berupa tanki air dan pompa air. Saat ini, dari lima sumur yang dibuat tersebut, masih ada satu sumur yang belum tersedia tanki air dan pompanya.
| Tempat Penampungan dari Sumur Galian |
Kelompok kecil yang peduli akan kebutuhan air untuk beribadah kepada Allah SWT, mencoba melakukan inisiasi menyelesaikan permasalahan ketersediaan air bagi masyarakat. Kami terdiri dari 3 orang mencoba menjelaskan pentingnya ketersediaan air bagi masyarakat kepada teman dan kerabat terdekat kami. Pada bulan Desember ini, kami berhasil menghimpun dana sebesar Rp. 6.130.000, dari fund rising kepada teman-teman kami, rinciannya adalah;
1. Rp. 1.000.000, (Ad)
2. Rp. 1.000.000, (Drj)
3. Rp. 2.000.000, (Ed)
4. Rp. 500.000. (FA)
5. Rp. 500.000, (AM)
6. Rp. 500.000, (LTF)
7. Rp. 300.000, (An)
8. Rp. 100.000, (IM)
9. Rp. 100.000, (DW)
10. Rp. 30.000, (TW)
11. Rp. 100.000, (X)
Dana yang bisa disalurkan ke Pesantren Ibnu Sabil sebesar Rp. 5.010.000, dengan rincian sebagai berikut:
1. Pompa Jet Shimizu PC-268 BIT Daya 250-375 Watt (Rp. 1.650.000)
2. Pipa AW Maspion ukuran 1-1/4 7 batang ( 28 meter) (Rp. 252.000)
3. Pipa Salur AW Maspion abu-abu 8 batang (32 meter) (Rp. 208.000)
4. Perlengkapan lain ( Kran, lem, dll) (Rp. 400.000)
5. Tanki Air Penguin kapasitas 2000 liter (Rp. 2.500.000)*
Sehingga, Uang yang tersisa saat ini sebesar Rp. 1.120.000,- Dana ini Insyallah pada bulan Januari/Februari akan kami salurkan pada Mushola Daarul Ikhsan, RT 03 Desa Haliau, Kec. Batu Benawa, Kab. Hulu Sungai Tengah. Mohon doa dan dukungannya. Lokasi ini sudah disurvey oleh tim kami.
Penyaluran bantuan dilakukan pada hari Minggu, 27 Desember 2015 tepat di halaman pondok pesantren dengan Ust. Yerri (Pengurus)
Bantuan tersebut harapannya dapat digunakan untuk membantu menyediakan air bersih bagi santri dan masyarakat sekitar, terutama digunakan untuk sumur yang belum ada pompa, perlengkapan dan tanki air.
Kami selaku inisiator pompanisasi senantiasa berdoa semoga pihak-pihak yang dengan ikhlas membantu kegiatan ini Allah senantiasa catat sebagai amal jariyah, Allah tambah rizkinya, dan Allah senantiasa memberikan kemudahan dan keberkahan hidupnya. Ammin Ya Mujibassailiin.
Hormat Kami
Ali Mahfud
Futrotun Aliyah, ST. M.Eng
Imam Nugraha
Selasa, 29 Desember 2015
Bijak Memanfaatkan Air; Cara Mensyukuri Nikmat Allah
Bismillahirrohmannirrohiim
Alhamdulillahirobbil 'Aalamiin
Air merupakan sumber kehidupan bagi makhluk di bumi ini. Indonesia sebagai negara tropis yang memiliki curah hujan yang tinggi menjadi bukti bahwa Allah mencintai rakyat Indonesia. Kecintaan Allah tersebut terlihat dari luasnya lautan, sungai-sungai dan hutan. Ketiga kekayaan tersebut merupakan sumber kehidupan yang wajib disyukuri karena didalamnya terdapat air. Allah SWT telah berfirman tentang peran air sebagai sumber kehidupan makhluknya.
"Dan Dialah yang menurunkan air "hujan" dari langit lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman. (QS. 6:99)"
Nikmat Allah yang besar (lautan, sungai dan hutan) tersebut jika tidak dikelola dengan baik maka akan mendatangkan kesengsaraan bagi manusia itu sendiri. Lihatlah ketika musim kemarau datang (air tidak tersedia) begitu banyak manusia yang berteriak dan mengeluh karena kekurangan air, timbulnya kebakaran hutan dan banyaknya tanaman yang gagal panen karena kekeringan.
Sebenarnya konsep pengelolaan sumberdaya air itu sangat sederhana yakni :
1. Sediakan tempat penampungan
Hutan merupakan tempat penampungan air yang sangat efektif. Hutan memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan air yang jatuh di muka bumi. Air tersebut disimpan dan dikeluarkan secara perlahan, sehingga ketika musim kemarau datang air tersebut tetap mengalir. Gunawan (2015) seorang ahli kehutanan mengungkapkan bahwa sumber air di Klaten yang dijadikan sebagai sumber utama perusahaan tersebut merupakan air hujan yang tersimpan di kawasan hutan selama 600 tahun yang lalu.
2. Jangan sia-siakan air
Tahun 2014 kemaren Majlis Tarjid dan Tajdid Muhammadiyah memfatwakan bahwa dalam berwudhu hendaknya tidak perlu melakukan pengusapan anggota badan yang wajib dibasuh dengan 3 kali basuhan. Alasan utamanya adalah melakukan penghematan air dan menyikapi keadaan Indonensia yang saat ini sudah mengalami darurat air bersih.
Masyarakat Indonesia dinilai melakukan pemborosan dalam menggunakan air sehingga perlu dicegah. Negara yang kaya akan sumberdaya air mengalami darurat air bersih mencerminkan bahwa manusianya begitu semberono dalam memanfaatkan air. Kesembronoan masyarakat Indonesia tersebut terlihat dari bagaimana mereka menggunakan air untuk mandi, bagaimana mereka membuang sampah ke sungai dan bagaimana mereka dengan sengaja melakukan pembakaran hutan dan penebangan hutan secara massif.
Memanfaatkan air dan menjaga alam dengan arif merupakan salah satu langkah kongrit mempertahankan kehidupan yang nyaman di bumi ini dan bentuk kongrit mensykuri nikmat yang diberikan Allah SWT.
Alhamdulillahirobbil 'Aalamiin
Air merupakan sumber kehidupan bagi makhluk di bumi ini. Indonesia sebagai negara tropis yang memiliki curah hujan yang tinggi menjadi bukti bahwa Allah mencintai rakyat Indonesia. Kecintaan Allah tersebut terlihat dari luasnya lautan, sungai-sungai dan hutan. Ketiga kekayaan tersebut merupakan sumber kehidupan yang wajib disyukuri karena didalamnya terdapat air. Allah SWT telah berfirman tentang peran air sebagai sumber kehidupan makhluknya.
"Dan Dialah yang menurunkan air "hujan" dari langit lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman. (QS. 6:99)"
Nikmat Allah yang besar (lautan, sungai dan hutan) tersebut jika tidak dikelola dengan baik maka akan mendatangkan kesengsaraan bagi manusia itu sendiri. Lihatlah ketika musim kemarau datang (air tidak tersedia) begitu banyak manusia yang berteriak dan mengeluh karena kekurangan air, timbulnya kebakaran hutan dan banyaknya tanaman yang gagal panen karena kekeringan.
Sebenarnya konsep pengelolaan sumberdaya air itu sangat sederhana yakni :
1. Sediakan tempat penampungan
Hutan merupakan tempat penampungan air yang sangat efektif. Hutan memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan air yang jatuh di muka bumi. Air tersebut disimpan dan dikeluarkan secara perlahan, sehingga ketika musim kemarau datang air tersebut tetap mengalir. Gunawan (2015) seorang ahli kehutanan mengungkapkan bahwa sumber air di Klaten yang dijadikan sebagai sumber utama perusahaan tersebut merupakan air hujan yang tersimpan di kawasan hutan selama 600 tahun yang lalu.
2. Jangan sia-siakan air
Tahun 2014 kemaren Majlis Tarjid dan Tajdid Muhammadiyah memfatwakan bahwa dalam berwudhu hendaknya tidak perlu melakukan pengusapan anggota badan yang wajib dibasuh dengan 3 kali basuhan. Alasan utamanya adalah melakukan penghematan air dan menyikapi keadaan Indonensia yang saat ini sudah mengalami darurat air bersih.
Masyarakat Indonesia dinilai melakukan pemborosan dalam menggunakan air sehingga perlu dicegah. Negara yang kaya akan sumberdaya air mengalami darurat air bersih mencerminkan bahwa manusianya begitu semberono dalam memanfaatkan air. Kesembronoan masyarakat Indonesia tersebut terlihat dari bagaimana mereka menggunakan air untuk mandi, bagaimana mereka membuang sampah ke sungai dan bagaimana mereka dengan sengaja melakukan pembakaran hutan dan penebangan hutan secara massif.
Memanfaatkan air dan menjaga alam dengan arif merupakan salah satu langkah kongrit mempertahankan kehidupan yang nyaman di bumi ini dan bentuk kongrit mensykuri nikmat yang diberikan Allah SWT.
Rabu, 11 November 2015
Kupatan, Hari Raya Ke-3 di Jepara
Jepara dikenal khalayak umum sebagai kota ukir. Sebutan kota ukir memang sangat layak disematkan pada kota yang menjadikan produk meubel sebagai salah satu produk unggulan, dan ukiran adalah salah satu identitas mebel Jepara. Masyarakat Jepara begitu handal dalam seni ukir, bahkan hebatnya mereka bisa mengukir tanpa ikut kursus di lembaga formal maupun informal. Seakan Allah SWT memiliki desain tangan khusus ketika menciptakan manusia Jepara (SubhanAllah, Kun Fa Yakun).
Meski Jepara lebih dikenal sebagai kota ukir, sebutan lain yang tidak kalah
populer adalah kota santri. Sebutan ini juga sangat layak disematkan ke kota
Jepara lantaran begitu banyaknya jumlah pondok pesantren, tingginya persentase
penduduk beragama islam dan banyaknya ritus budaya yang sangat kental dengan
nuansa agama islam.
Pertemuan
budaya lokal dan agama (islam) yang begitu dominan di Jepara menciptakan
karya-karya fenomenal. Salah satu karya fenomenalnya adalah hari raya ketupat
(Kupatan-red). Jadi, di Jepara terdapat tiga hari raya yang terkenal yakni hari
raya Iedul Fitri, Iedul Adha, dan Kupatan. Kupatan tidak hanya populer di mata
masyarakat Jepara tapi juga terkenal sampai ke daerah-daerah sekitar Jepara
seperti Kudus, Pati, dan Demak. Bahkan ketika saya masih belajar di
Yogyakarta, banyak masyarakat Yogyakarta yang mengenal hari raya ketupat.
Kupat dan Lepet
Kupat dan
Lepet merupakan makanan khas yang disajikan pada hari raya ketupat atau
kupatan. Kupat (bahasa jawa-red) atau ketupat merupakan makanan yang berupa
nasi putih (beras biasa) yang dibungkus daun kelapa (hijau). Istilah kupat
merupakan gabungan dua suku kata yakni “ku” yang berarti aku, kulo (bahasa
jawa-red) atau saya dan “pat” dari kata lepat (bahasa jawa-red) yang
artinya lupa, khilaf, salah. Ketupat yang berbentuk segi empat memiliki
filosofi yang dalam, yakni menggambarkan empat arah mata angin (segala arah),
namun sumber lain menjelaskan bahwa bentuk kupat (segi empat) melambangkan
bentuk hati manusia. Jadi kupat secara istilah didefinisikan sebagai makanan
yang dibuat sebagai perwujudan permintaan maaf atas kesalahan yang bisa berasal
dari semua arah (mulut, mata, hidung, tangan, kaki dll). Ketupat sengaja
dibungkus dengan daun hijau (luar) yang bermakna kesalahan fisik (luar, lahir).
Lepet juga
merupakan nasi putih dari beras ketan yang dibungkus daun kelapa muda (daun
kuning atau janur). lepet maksudnya mangga dipun
silep ingkan rapet atau mari kita kubur
(kesalahan) yang rapat. Daun kelapa yang berwarna kuning (masih sangat
muda, belum mekar dan diambil dari bagian dalam) atau janur merupakan
singkatan dari sejatine nur (cahaya sejati). Janur sengaja dipilih
untuk membungkus nasi ketan memiliki makna yang sangat dalam yakni
merepresentasikan kesalahan batin (dalam).
Jadi,
ketupat merupakan perwujudan permintaan maaf atas kesalahan secara lahir
(lahiriyah) sedangkan lepet merupakan perwujudan permintaan maaf atas kesalahan
batin (Batiniyah). Kupatan merupakan momentum untuk saling memaafkan kesalahan
lahir dan batin (Dzohiron Wa Baatinan).
Hari Raya Ketupat
atau Kupatan
Ketupat
dan lepet memang banyak ditemukan di daerah lain di luar Jepara. Namun
perayaan hari raya ketupat tidak banyak ditemukan selain di Jepara kota santri.
Hari raya ketupat di Jepara jatuh pada hari ke 7 setelah hari raya idul fitri. Pemilihan
hari untuk perayaan kupatan ini tidak sembarangan, bukan hasil browsing dari
mbah google apalagi hasil bertapa. Pemilihan hari ini menyesuaikan hadis nabi
Muhammad SAW:
"Barangsiapa
berpuasa pada bulan Ramadhan lalu diiringinya dengan puasa enam hari bulan
Syawal, berarti ia telah berpuasa setahun penuh."
(H.R Muslim, Abu Dawud,
At-Tirmidzi, An-Nasa'i dan Ibnu Majah)
Puasa syawal merupakan puasa sunnah yang fadhilah (kegunaan) sangat
besar,
namun banyak yang meninggalkannya baik karena alasan malas maupun karena
alasan
fikih yang mendudukan puasa syawal sebagai puasa sunnah bukan puasa
wajib.
Alasan malas memang bisa diterima akal, karena puasa sunnah yang lainnya
diakhiri dengan adanya perayaan hari kemenangan (Yaumul Ied). Puasa
Arofah dan
Tarwiah di bulan Dzulhijjah misalnya diakhiri dengan perayaan hari raya
Iedul
Adha, puasa ramadhan selama se bulan penuh di akhiri dengan perayaan
Iedul Fitri. Sedangkan puasa sunnah syawal secara fikih tidak ditemukan
dalil naqli
yang menjelaskan adanya perayaan atas selesainya puasa syawal selama 6
hari
tersebut, sehingga kurang menarik bagi khalayak umum khususnya kaum
abangan
(awam).
Ulama’ di tanah jawa tidak kehilangan akal dalam berdakwah, dengan berpegang
pada hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan tentang kebahagiaan orang yang
berpuasa yaitu:
“Bagi orang yang melaksanakan puasa ada dua
kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan
Rabbnya.” (Muttafaqun ‘Alaihi)”
Hadis tersebut secara eksplisit memberikan motivasi kepada siapa saja yang
menjalankan puasa (Ramadhan) bahwa ada kenikmatan besar yang akan kita rasakan
ketika kita berhasil menjalankan puasa. Secara implisit, hadis tersebut menjadi
dasar bagi kita bahwa ketika kita mengajak seseorang untuk melakukan kebaikan
(amar ma’ruf), hendaknya kita menggunakan dan menunjukkan “madu” kepada orang
yang kita ajak.
"Madu” itulah yang digunakan oleh para Ulama’ di tanah jawa untuk meng
”iming-imingi” masyarakat Jawa khsusnya Jepara untuk menjalankan puasa
syawal
(6 hari). Madu tersebut adalah hari raya ketupat atau kupatan. Sejak
itu,
hari raya ketupat sangat populer di Jepara. Hari raya ketupat bukanlah
masuk
dalam kategori Ubudiyah (ibadah mahdzoh atau ghoiru mahdzoh), namun
merupakan kebiasaan/adat (Urf) karya ulama-ulama Jawa khususnya Jepara.
Dalam ilmu fikih,
urf (kebiasaan/adat) yang sudah ada dalam masyarakat tidak dilarang
(haram)
selama tidak bertentangan dengan hukum islam. Oleh karea itu, budaya
kupatan
sampai sekarang tetap lestari di bumi kartini.
Dalam menciptakan suatu budaya/kebiasaan (urf) baru yang baik, Para Ulama’ Jawa juga
berpegang teguh pada hadist Nabi Muhammad SAW berikut:
“Barang siapa merintis (memulai) dalam agama Islam sunnah
(perbuatan) yang baik maka baginya pahala dari perbuatannya tersebut, dan
pahala dari orang yang melakukannya (mengikutinya) setelahnya, tanpa berkurang
sedikitpun dari pahala mereka. Dan barang siapa merintis dalam Islam sunnah
yang buruk maka baginya dosa dari perbuatannya tersebut, dan dosa dari orang
yang melakukannya (mengikutinya) setelahnya tanpa berkurang dari dosa-dosa
mereka sedikitpun”.
(HR. Muslim No 1016)
(HR. Muslim No 1016)
Pada hari raya ketupat, para warga yang beragama islam membawa kupat dan lepet
ke masjid dan mushola terdekat. Sebelum kupat dan lepet dibagikan dan dinikmati
bersama-sama, Imam masjid akan memimpin doa terlebih dahulu. Rangkaian doa yang
wajib di baca adalah dua kalimat syahadad, istighfar sholawat, tasbih, tahmid,
takbir, tahlil dan surat-surat pendek. Masyarakat sengaja dikumpulkan untuk
mendoakan kupat dan lepet karena mengacu pada hadis nabi berikut:
“Berkumpullah kalian
ketika makan, dan sebutlah nama Allah padanya. Maka makanan kalian akan
diberkahi”
(HR Abu Dawud)
(HR Abu Dawud)
Kupatan kini
sudah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Jepara sebagai agenda tahunan.
Kupatan kini tidak hanya mengingatkan dan mengajak masyarakat Jepara untuk
menjalankan puasa syawal 6 hari, tapi juga sebagai momentum penggerak
perekonomian masyarakat Jepara. Hal ini terjadi karena setiap hari raya ketupat
semua tempat wisata di Jepara dibanjiri pengunjung. Masyarakat kecil mampu
menjual makanan dan karya-karyanya kepada para pengunjung, Pemerintah Kabupaten
juga mendapatkan guyuran “dana” dari pendapatan daerah non-pajak (karcis) dan
pendapatan dari pajak (banyaknya izin promosi/iklan di tempat wisata).
Begitulah cara para ulama’ terdahulu dalam berdakwah dan menggerakkan roda
perekonomian. Dengan kesantunan, keilmuan dan kreativitas mereka mampu
mempertahankan dan membumikan nilai-nilai islam di bumi kartini. Kondisi ini
dalam istilah populer disebut dengan pribumisasi islam, istilah pribumisasi
islam sendiri dipopulerkan oleh KH. Dr. (Hc). Abdurrahman Wahid. Islam dibangun
dari karya dan kreativitas. Islam selalu compatible dalam
setiap tempat dan waktu (Likulli Zamanin Wa Makan) ketika pemeluk islam itu
sendiri mampu memaknai dan menghayati intisari islam.
Semoga dengan adanya perayaan hari raya ketupat, kita senantiasa teringat dan
semangat dalam menjalankan puasa syawal (6 hari) dan senantiasa mendoakan
ulama’ yang telah mencurahkan pikirannya dalam berdakwah di bumi nusantara. Amiin
ya Mujibassailiin.
_________________________***Wallahu
A'lam Bi Showab***_____________________ __
Bangsri, 06
Syawal 1436
*Istilah
kupat dan lepet dalam tulisan ini diperoleh dari diskusi dengan sesepuh di
Bangsri dan studi literatur yang sedikit “amatiran”.
Sabtu, 07 November 2015
My Research, My Adventure
Perjalanan Penelitianku Part #1
Bagi mahasiswa, perjalanan penelitian merupakan moment yang paling mendebarkan selain ujian pendadadaran atau seminar penelitian. Postingan kali ini mencoba menampilkan perjalanan penelitianku pada bulan Agustus-September 2015 yang lau. Tema penelitian tesis ini adalah " Potensi Cadangan Karbon Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi di Perkebunan Kelapa Sawit dalam Mendukung Implementasi RSPO". Harapannya, para peneliti yang memiliki kesamaan konsep penelitian bisa melihat gambaran nyata tentang prosedur dan kondisi lapangan selama resaerch dilakukan.
Nuwon Sewu ( Ramah Tamah) di Kantor Estate II PT. Dendymarker Indahlestari
| Kantor Estate II PT. Dendymarker Indahlestari |
Hari ke #2, Let's Go !!!
Time is Money, pepatah itu harus selalu terpatri dalam benak kita ketika kita sudah turun ke lapangan. Setelah ramah tamah dan presentasi tentang desain penelitian, maka hari ke dua langsung ke lapangan. Kami selalu usahakan turun ke lapangan sejak di awal agar data dapat tercover dan menghhindari terjadinya sesuatu di luar dugaan sperti hujan, alat transportasi rusak, dan atau pemndamping lapangan yang sakit. Selama sarana dan prasaran tersedia, jangan sampai tidak ke lapangan.
| Perjalanan Ke Lokasi Kawasan HCV 4.1 |
| Tetap Selfie dan Eksis dulu, Sebelum Berangkat ke Lapangan |
Lokasi pengambilan sampel pertama adalah lokasi kawasan pengendali banjir. Kawasan pengendali banjir merupakan kawasan yang berfungsi sebagai tempat resapan air, dalam kriteria penetapan HCV (Hihg Conservation Value), kawasan tersebut harus dijaga agar mampu mengendalikan banjir, dengan adanya kawasan ini diharapkan laju erosi di kawasan perkebunan dapat diminimalisir dan dampak banjir pada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan perkebunan dapat dicegah.
Analisis Vegetasi
Pendugaan cadangan karbon pada kawasan hutan menggunakan Standar Nasional Indonesia (SNI) perlu melakukan analisis vegetasi. Analisis vegetasi bertujuan untuk mengetahui struktur dan komposisi vegetasi. Hasil analisis ini akan diketahui spesies tanaman yang ada dalam kawasan tersebut. Analisis ini penting karena masing-masing spesies tanaman memiliki kandungan biomassa yang berbeda-beda. Pengukuran yang dilakukan di lapangan adalah pengukuran tinggi dan keliling pohon, tiang, dan sapihan. Sedangkan untuk kelas semai hanya dihitung jumlahnya saja.
| Pengukuran Keliling Pohon 1,3 M |
| Pengukuran Tinggi Pohon dengan Hagammeter |
Break, Jangan Lupa Istirahat !!
Mengatur strategi energi (perbekalan) dan kekuatan ketika di lapangan merupakan sebuah keharuasan. Prinsip bekerja adalah bekerja sekuat tenaga tapi tidak berlebihan. Jika sudah capek dan sudah masuk waktu istirahat, maka kami segera istirahat membuka santapan siang. Makanan yang nikmat dan lezat adalah makanan hasil keringat kita sendiri dan disantap ketika sudah lapar.
| Nasi Padang Khas Hutan |
| Santap Siang, Nyaaaammmm |
Kenyaaang, Lanjut Kerja...Ayo Kerja !!!
Fantasyiruu Fil Ardhi ( Maka bertebaranlah kamu di bumi), penggalan kalimat dalam surat Jumu'at tersebut memerintahkan kita bertebaran di bumi untuk mendapatkan rizki yang halal dan mencari Ridho Allah setelah istirahat siang, perintah tersebut harus senantiasa kami pegang, tidak boleh istrihat di jam kerja. Lanjut bekerja. Jadi, habis makan siang langsung lanjut perjalanan
Perjalanan dari titik sampel satu ke titik sampel berikutnya adalah 300 m- 500 m. Penelitian ini menggunakan teknik sampling Systematic Sampling yakni jarak antar plot (titik sample) sama, jarak antar plot adalah 300 m sedangkan jarak antar jalur 500 m. Sesampainya di titik sampel tersebut kami istrihat sejenak untuk mengusir keringat dan sedikit bergurau untuk mencairkan suasana.
| Tetap Senyum Meski di dalam Hutan. |
Pengukuran Cadangan Karbon untuk Below Ground
Setiap titik sampel dilakukan pengambilan sampel tanah, data yang diukur adalah kedalaman tanah dan kelas kematangan tanah. Pengukuran kedalaman tanah dilakukan dengan menggunakan bor tanah. Sedangkan untuk kelas kematangan tanah dilakukan analisis secara visual dengan melihat warna, tekstur dan persentase bahan oragnik.
| Pengukuran Kedalaman Tanah Gambut |
| Ring Sampler Hasil Galian dengan Pisau |
Salah satu aspek penting dalam kajian implementasi prinsip dan kriteria RSPO adalah keterlibatan dan pemberdayaan masyarakat lokal. Masyarakat sangat penting peranannya dalam mendukung terwujudnya pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan. Oleh karenanya, perlu diketahui sejauh mana keterikatan masyarakat dengan perkebunan dan sejauhmana kesadaran masyarakat lokal dalam menjaga keanekaragaman hayati yang ada di kawasan perkebunan kelapa sawit. Masyarakat lokal merupakan resources (sumberdaya) dan capital (modal) berharga bagi perusahaan, jika perusahaan mampu berkolaborasi dan bekerjasam dalam pengelolaan kawasan bernilai konservasi tinggi di perkebunan kelapa sawit maka hasilnya akan jauh lebih maksimal.
| Wawancara dengan Masyarakat Lokal yang Bekerja di PT. Dendymarker Indahlestari |
Sudah Sore, Saatnya Pulaaaaang.
Pulang dari lapangan rata-rata pukul 16.00 WIB-17.00 WIB khusus untuk lokasi pengambilan sampel yang normal. Jika pulang dari lapangan pukul 16.00 WIB itu artinya sampai Kantor Estate II kurang lebih pukul 18.00 WIB, kemudian dilanjutkan perjalanan ke mess yang ada di Kota Lubuk Linggau dengan jarak sekitar 70 KM. Perjalanan dari Estate ke mess membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam dengan menggunakan mobil pribadi.
| Mobil Jemputan sudah Ready |
Namun, pengambilan sampel pada lokasi yang jaraknya jauh dari kantor estate dan kondisi lapangan di luar prediksi sangat memungkinkan kami pulang malam yakni sekitar 18.30 WIB. Momen ini terjajdi ketika pengambilan sampel di Kawasan Ekosistem Langka, yakni kawasan yang berfungsi melindungi beberapa spesies langka dan memiliki karakteristik bentang lahan yang khas, maka dalam ketentuan RSPO kawasan tersebut harus dijadikan kawasan HCV oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit.
Kami baru bisa pulang dari kawasan ini sekitar Pkl. 18.20 WIB dikarenakan jaraknya yang jauh dan kontur lahan yang cukup terjal. Meski pulang malam, semangat terus membara karena perajalan tersebut dipenuhi dengan sendau gurau.
| Istirahat Sebentar setelah sampai di Lokasi Parkir Motor |
| Persiapan Pulaaang |
| Menyeberangi Jembatan Setapak, Tetap Semangaaaat !!!! |
Alhamdulillaaah. Pulang...Pulang..!!!!
Akhirnya rangkaian acara dari pagi sampai sore berjalan dengan lancar. Satu kata yang harus senantiasa kita kobarkan dalam benak kita adalah " SEMANGAT". Hanya semangat yang bisa membuat masalah besar tampak kecil di mata kita, masalah rumit menjadi sederhana, dan perasaan yang gundah gulana menjadi fresh kembali.
#Publikasi dan dokumentasi hasil dan analisis penelitian ini akan dirilis pada periode berikutnya
Jumat, 10 Juli 2015
Air Mata yang Dirindukan
Meneteskan air mata bagi sebagian orang dianggap sebagai aib, terutama pada kalangan pria. Pria yang meneteskan air mata dianggap sebagai pria yang tidak maskulin dan tidak macho. Tidak semua orang yang "suka nangis"adalah tipikal orang yang cengeng.
Saya berpendapat bahwa orang yang mampu meneteskan air mata sejatinya memiliki kepekaan terhadap kondisi lingkungan yang sangat tinggi. Apalagi tetesan air mata tersebut keluar dari hasil perenungan atas keagungan Allah SWT dan muhasabah (evaluasi diri ) atas kekhilafan yang amat sering dilakukan, maka air mata tersebut tidak hanya menjadi penanda kedekatannya dengan sang Kholiq, tapi juga penanda bahwa kita sudah dekat dengan surga. kenapa demikian?
Seseorang bisa masuk surga itu karena dua hal. Pertama, ia tidak memiliki dosa. Kedua, ia mendapat rahmat dari Allah SWT, meski kita banyak dosa tapi Allah mengampuni dan memberikan rahmatnya maka dengan mudah kita masuk ke surga-Nya. Maka, air mata yang keluar karena kecintaan kita pada Allah dan atau ketakutan akan adzab Allah akan menghapus dosa-dosa kita, sehingga kita bisa masuk surga. Beberapa hadis menunjukkan bahwa air mata mampu menghapus dosa-dosa kita sehingga praktis pintu neraka akan tertutup bagi kita. Air mata yang kita rindukan tersebut adalah:
Air Mata Cinta
Seorang hamba yang begitu mencintai rabb-nya akan selalu berupaya mendekatkan jiwa raganya pada rabb-nya di waktu-waktu yang mulia yakni malam hari (1/3 malam). Pada momen tersebutlah seorang hamba merasa tidak ada batas untuk bernostalgia, bercengkerama dan beraudiensi dengan tuhan. Tak jarang pada momen tersebut akan keluar air mata, sajadah akan basah terkena air mata. Maka air mata tersebutlah ayang akan menuutup pintu neraka.
"Tidak akan masuk ke dalam api neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allah hingga air susu ibu (yang sudah diminum oleh anaknya) kembali ke tempat asalnya" ( HR.at-Tirmidzi )
"Barangsiapa yang mengingat Allah kemudian dia menangis sehingga air matanya mengalir jatuh ke bumi niscaya dia tidak akan diazab pada hari kiamat kelak" (HR. Al-Hakim dan dia berkata sanadnya shahih)
Namun, bagi para pencinta rab yang sejati (sufi) tidak lagi terbesit masalah surga dan neraka. Surga dan neraka hanyalah sebuah imbalan. ada yang lebih ia dambakan dari sekedar surga yakni melihat dzat-Nya. Ketika seorang hamba mampu beraudiensi dan bernostalgia dengan rabb-nya dalam kekhusyuán, tidak terbesit sama sekali masalah neraka ataupun surga, yang memenuhi ruang-ruang kosong dalam hatinya adalah kenikmatan "bercakap-cakap"dengan tuhan.
Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan kekhusyuan mereka bertambah". (QS. 17:109)
Oleh karena itu, marilah kenali lagi dosa-dosa kita. Dengan mengenali dosa-dosa kita, maka akan semakin mempermudah untuk meneteskan air mata di depan Allah SWT sehingga kita bisa merasakan kenikmatan dari setiap tetesan air mata. Sebuah air mata yang kita rindukan, air mata penghubung antara makhluq dengan kholiq, dan juga air mata penutup pintu neraka.
Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita dan memberi rahmat kepada kita semua. Amiin
__________________***To Be Continued***________________
Senin, 21 April 2014
Ciri Orang Solih
Ada banyak ciri orang solih yang dapat dengan mudah kita temukan....
Orang Solih itu,
Ia terlahir dalam kondisi menangis dan perasaan sedih, Namun orang di sekitarnya begitu bahagia
Ia meninggal dengan tersenyum bahagia, Sedangkan orang di sekitarnya merasa sedih kehilangannya
Orang Solih itu,
Semasa ia hidup, begitu banyak orang yang ingin curhat kepadanya, meminta petuah dan arahannya
Orang-orang disekitarnya merasa aman dan nyaman ketika bersamanya
Orang-orang disekitarnya merasa bahagia ketika mendengar tutur katanya yang bijak, melihat pancaran sinar wajahnya yang cerah berbinar-binar
Orang Solih itu,
Semasa hidupnya, ia menasehati dengan hati dan wajahnya
Sedangkan orang lain menasehati dengan mulutnya saja
Orang Solih itu,
Semasa hidupnya ia selalu menyegarakan dan mengedepankan urusan yang manfaatnya bersifat abadi, Ia mengakhirkan urusan yang manfaatnya bersifat sementara
Orang solih itu,
Orang yang selalu menggunakan standar hidup dirinya sendiri
Karena dia tahu, hidup menggunakan standar hidup orang lain pasti akan menemukan kekecewaan dan ketidaksyukuran
Semoga kita termasuk orang solih, Amiiin...
Orang Solih itu,
Ia terlahir dalam kondisi menangis dan perasaan sedih, Namun orang di sekitarnya begitu bahagia
Ia meninggal dengan tersenyum bahagia, Sedangkan orang di sekitarnya merasa sedih kehilangannya
Orang Solih itu,
Semasa ia hidup, begitu banyak orang yang ingin curhat kepadanya, meminta petuah dan arahannya
Orang-orang disekitarnya merasa aman dan nyaman ketika bersamanya
Orang-orang disekitarnya merasa bahagia ketika mendengar tutur katanya yang bijak, melihat pancaran sinar wajahnya yang cerah berbinar-binar
Orang Solih itu,
Semasa hidupnya, ia menasehati dengan hati dan wajahnya
Sedangkan orang lain menasehati dengan mulutnya saja
Orang Solih itu,
Semasa hidupnya ia selalu menyegarakan dan mengedepankan urusan yang manfaatnya bersifat abadi, Ia mengakhirkan urusan yang manfaatnya bersifat sementara
Orang solih itu,
Orang yang selalu menggunakan standar hidup dirinya sendiri
Karena dia tahu, hidup menggunakan standar hidup orang lain pasti akan menemukan kekecewaan dan ketidaksyukuran
Semoga kita termasuk orang solih, Amiiin...
Langganan:
Postingan (Atom)